Tapak Tilas Soekarno, dan Hatta di Karawang.
Djiauw kie siong 1881 - 1964
20 September 2019 Kami bertiga: Aziz, ropiq, dan deri menjalankan rencana yang 2 hari sebelumnya direncanakan; Aziz dan deri. Misi kami adalah menjumpai rumah Djiaw kie siong di Rengasdengklok, rumah yang dulu pernah dipakai Ir. Soekarno, dan Moh hatta menulis teks Prolakmasi, kami sepakat akan berangkat pukul 7 pagi tapi realitanya kami berangkat setelah sholat jum’at karena pada pukul 8 pagi kita nonton film Rurouni kenshin dulu. Itulah kami yang terbiasa tidak disiplin kami menyadari bahwa itu adalah tindakan yang salah dan perlu dirubah.
Kira – kira pukul 2 siang kami sampai ditempat tersebut, di depan rumah tersebut hanya ada dua orang penjaga warung, satu orang tukang parkir, dan tiga orang yang ada dirumah tersebut yang kami kira semua yang ada di rumah tersebut adalah pengunjung seperti kami, padahal salah satu wanita china itu adalah menantu dari anak Djiaw kie siong. Sekitar 15 menit kami photo – photo, dan melihat - lihat seisi rumah tersebut kami putuskan untuk keluar dan ngopi di warung sebelah.
Ternyata Ibu Iin 66th tersebut adalah cucu Kong Djiaw kie siong, Beliau banyak cerita tentang kakeknya dan sejarah Soekarno Hatta bertamu pada tanggal 16 agustus 1945 terutama cerita tentang perselisihan Beliau dan kakak iparnya (wanita china menantu dari anak Djiaw kie siong).
Soekarno dan hatta diculik pemuda untuk segera merancang proklamasi kemerdekaan Indonesia dan dibawa ke Markas PETA tapi karena beberapa hal yang tidak kami ketahui maka Soekarno dan hatta dipindahkan ke rumah Djiaw kie siong dan semua keluarga Djiaw kie siong di suruh keluar oleh orang – orang PETA. Karena Djiaw kie siong tidak mengenal Soekarno Beliau merasa ketakutan dan marah marah apalagi setelah Soekarno dan Hatta dijemput tengah malam untuk menuju Jakarta. Semua Warga teriak “Merdeka” dan Djiaw kie siong bilang “Siapa sih karno? Datang permisi pergi ga pamit”, sore hari ada orang PETA datang untuk berterima kasih kepada keluarga Djiaw kie siong karena telah menerima Presiden Soekarno dan Wakil presiden Hatta disitulah Djiaw kie siong baru tahu dan bilang “masa Presiden pake baju rombeng”. Setelah itu Soekarno dan hatta tidak pernah mengunjungi lagi rumah Djiaw kie siong hingga tahun 1955 rumah tersebut kebanjiran karena meluapnya air sungai Citarum dan tahun 1957 Djiaw kie siong memutuskan untuk memindahkan rumah tersebut tanpa menghilangkan keasliannya yang berubah hanyalah keramik depan dan beberapa lainnya. tahun 1964 sebulan sebelum Djiaw kie siong wafat Fatmawati pernah datang ke Rengasdengklok tapi tidak mengunjungi rumah Djiaw kie siong dan menyuruh salah seorang untuk menjemput Djiaw kie siong yang sedang sakit, anak – anak Djiaw kie siong tidak setuju lalu bilang ”kenapa Fatmawati ga kesini aja” tapi Djiaw kie siong keukeuh ingin menjumpai Fatmawati dan bilang “Meski Fatmawati lebih muda dia adalah istri Presiden, dan kita mah Cuma Rakyat, Seenggaknya baba ga mati penasaran”. Rasa penasarannya terhadap Fatmawati itulah yang membawa Djiaw kie siong bertemu Fatmawati di depan lapangan kantor desa.
Celica Nurachdiana dan Kang Jimmi (Bupati dan Wakil bupati Karawang) pernah datang beberapa kali ke rumah bersejarah itu, begitupun Prabowo subianto. Pernah sekali waktu Megawati dan Jokowi datang ketika masa kampanye Jokowi tahun 2014, dan beberapa tokoh lainnya.
Obrolan panjang tersebut membuat kami lupa bahwa matahari mulai tenggelam, lalu kami pamit untuk pulang. Semoga suatu saat Bu Iin membaca Cerpen ini dan sadar bahwa ceritanya telah diabadikan.
Penulis
Aziz fatkhu rohman

Komentar
Posting Komentar